Anda ingat film “The Matrix” ketika Morpheus memberikan dua pil pada Neo…

“Ini kesempatan terakhirmu. Setelah ini, ga ada lagi jalan untuk kembali. Kamu ambil pil biru – cerita berakhir, kamu bangun dari tempat tidur dan yakini apapun yang kamu ingin yakini. Kamu ambil pil merah – kamu tinggal di Wonderland, dan aku akan memberitahu kamu hanya kebenaran – ga lebih“

Dan di halaman ini Neo…
Aku hanya akan memberitahu kamu kebenaran tentang membangun sebuah bisnis.

Dan jika membangun sebuah bisnis adalah seperti Wonderland buat Anda, bersiaplah untuk belajar hal baru yang merubah hidup.

Apa yang saya ungkap semua berdasarkan pengalaman nyata.

Sebelum saya mengungkap hal ini, saya ingin bertanya:

Apakah Anda…

Cuplis atau Toni?

Cuplis adalah nyata di dunia digital (internet).

Cuplis selalu memberitahu dirinya bahwa pasti ada “rahasia” yang diketahui mastah lainnya (yang dia ga ketahui) dan itu jadi alasan Cuplis selalu eksis like, comment, share status para mastah di facebook.

Saya melihat Cuplis ada dimana-mana.

Seseorang perlu memberitahu Cuplis bahwa apa yang dia lakukan ga akan memberikan dia hasil apa-apa melalui internet kecuali menghabiskan waktu dengan sempurna.

Cuplis menganggap dia akan dapat hasil setelah membeli produk/tool berikutnya dari sang mastah.

Masalahnya adalah…

Produk/tool gemerlap yang ditawarkan mastah akan membuat Cuplis

– Membaca lebih banyak
– Nonton video lebih banyak
– Belajar pake tool baru

Semua itu mengajarkan hal yang berbeda — membuat Cuplis berada dalam lingkaran belajar tiada henti.

Semua tentang taktik, taktik, taktik.

Bagaimana saya bisa mengenal seorang Cuplis dengan sangat baik?

Karena saya juga dulu seperti itu! he..he..

Hingga suatu hari seseorang memberitahu saya fakta yang pahit.

Apa maksud saya dengan “fakta yang pahit”

“Untuk berhasil, kamu harus MENYELESAIKAN SATU PEKERJAAN SETIAP HARI dan meng-eliminasi gangguan atau hambatan!”

Pekerjaan itu bukan:
– Ngetweet
– Nonton youtube
– Like, comment, share status teman fb yang katanya adalah “networking” yang “katanya” adalah lebih penting dari segalanya.

Pekerjaan itu adalah…

Belajar satu per satu pada hal yang ingin dikuasai dengan fokus dari seorang mentor sejati, dan mempraktekkan secara konsisten hingga mahir. Baru setelah itu berlanjut ke hal baru lainnya dan mengulang kembali prosesnya.

Dan pahitnya adalah…

Ketika Anda selesai melakukan itu, jangan berharap langsung BOOM mendatangkan penjualan.

Mentalitas mengharapkan hasil cepat hanyalah untuk mereka yang amatir!

Anda harus melakukannya berkali-kali secara KONSISTEN. Ingatlah dengan yang namanya PROSES. Anda akan memetik apa yang telah Anda tanam. Jangan sibuk dengan pencapaian orang lain! Jangan bandingkan pelari pemula dengan pelari berpengalaman he..he..

Makanya saya bilang kebenaran yang pahit di awal.

Dan Toni pilih menelan pil pahit itu karena akhirnya Toni paham itu satu-satunya cara untuk sembuh dan mulai melihat HASIL yang REAL.

BTW Anda mungkin bertanya…

Siapa sih Toni?

Toni adalah sosok kebalikan dari Udin.

Toni adalah sosok yang sebelumnya seperti Udin yang akhirnya sadar bahwa dia punya masalah yang serius.

Masalah serius dimana dia perlu membuat KEPUTUSAN untuk menjadi seorang profesional, alih-alih jadi amatir (Cuplis).

Dan itu membutuhkan menerima fakta pahit bahwa hasil itu hanya EKSIS utk mereka yang punya KONSISTENSI.

Suka atau tidak!

Dan keputusan Toni mbulet untuk mengubah kekeliruannya dalam mentalitas serba instan dan tidak konsisten selama ini!

Itu yang kemudian mentransformasi mentalitas Toni.

So…

Anda pilih red pill or blue pill?

Saat Toni sudah komitmen dengan keputusannya, itu yang kemudian mempertemukan Toni dengan figur salah seorang real guru yang mengungkap…

Ehm.. Ehm..
Kenalin yah, nama saya Kurniawan Gozali … Entrepreneur, passionnya di Bisnis,
Online, doyan sama Dunia Marketing.. Hehe